TURIN - Juventus mulai kasuk-kusuk mencari pemain anyar berkualitas. Tidak tanggung-tanggung, mereka kini membidik dua punggawa andalan Arsenal, Cesc Fabregas dan Robin Van Persie.
Bianconeri sangat bernafsu melakukan pembenahan untuk persiapan musim depan. Sebagai langkah awal mereka saat ini mendaftar pemain yang akan dijadikan target buruan.
Dua di antara sekian banyak nama adalah berasal dari Arsenal. Mereka tidak lain adalah Fabregas dan Van Persie.
Buruan yang mustahil didapat? Tidak juga. Sadar keduanya adalah aset paling berharga The Gunners, La Vecchia Signora pun siap memberikan kompensasi sebanding. Seperti dikutip Football Italia, Jum’at (7/5/2010) Juventus bersedia menukar mereka dengan kiper utama Gianluigi Buffon dan Felipe Melo.
Jika ditilik dari kebutuhan Arsenal, tawaran cukup menggiurkan. Kedatangan Buffon bisa menjadi jawaban atas kesulitan mereka mendapatkan penjaga gawang utama yang tangguh. Sedangkan untuk Melo, dia adalah pemain yang selama ini diidamkan Arsene Wenger.
Rintangan utama bagi kubu Juventus untuk mendapatkan pemain anyar adalah kegagalan mereka menembus Liga Champions musim depan.
Jumat, 07 Mei 2010
Kamis, 06 Mei 2010
Transfer Pemain
BARCELONA - Striker Barcelona Thierry Henry, dikabarkan akan hengkang dari Barcelona dan kembali ke Premier League. Dua klub, Manchester City dan mantan klubnya Arsenal, siap menampung Henry.
Presiden Barcelona Joan Laporta mengkonformasi bahwa mereka sudah siap melepas Henry di akhir musim ini. Padahal, kontrak bomber asal Prancis masih tersisa satu musim lagi.
Seperti diberitakan The Sun, Kamis (6/5/2010), Manchester City sudah siap menampung pemain 32 tahun tersebut bila memang dilepas Barca. Sementara, pelatih Arsenal Arsene Wenger, juga menyatakan bahwa dirinya masih menganggap Henry adalah striker terbaik.
Bersama Barca, Henry sudah tergabung sejak 2007 lalu. Titi mencetak 35 gol dari 78 kali bertanding. Henry berjasa mengantarkan Barca menjadi jawara di semua kompetisi pada musim lalu. Namun di musim ini, kontribusi Henry sedikit berkurang setelah dia kerap duduk di bangku cadangan.
Henry menjadi legenda di Arsenal setelah delapan musim berseragam The Gunners. Pemain yang pernah berseragam Juventus ini mencetak 174 gol dari 254 kali bertanding.
Presiden Barcelona Joan Laporta mengkonformasi bahwa mereka sudah siap melepas Henry di akhir musim ini. Padahal, kontrak bomber asal Prancis masih tersisa satu musim lagi.
Seperti diberitakan The Sun, Kamis (6/5/2010), Manchester City sudah siap menampung pemain 32 tahun tersebut bila memang dilepas Barca. Sementara, pelatih Arsenal Arsene Wenger, juga menyatakan bahwa dirinya masih menganggap Henry adalah striker terbaik.
Bersama Barca, Henry sudah tergabung sejak 2007 lalu. Titi mencetak 35 gol dari 78 kali bertanding. Henry berjasa mengantarkan Barca menjadi jawara di semua kompetisi pada musim lalu. Namun di musim ini, kontribusi Henry sedikit berkurang setelah dia kerap duduk di bangku cadangan.
Henry menjadi legenda di Arsenal setelah delapan musim berseragam The Gunners. Pemain yang pernah berseragam Juventus ini mencetak 174 gol dari 254 kali bertanding.
Transfer Pemain
BORDEAUX - Marouane Chamakh tinggal menghitung hari bergabung dengan skuad Arsenal di Emirates Stadium akhir musim panas nanti.
Pemain tim nasional Maroko yang sudah lama menjadi incaran Arsene Wenger ini dikabarkan akan menerima gaji 50 ribu pound sterling per pekan, dengan bebas transfer, karena kontrakny dengan Bordeaux telah habis.
“Saya menghitung hari, sekira 11 hari ke depan. Saya sangat emosional menghadapi ini,” kata Chamakh seperti dikutip Belfasttelegraph, Kamis (6/5/2010).
Chamakh sangat antusias bisa bermain di Premiere League apalagi bergabung dengan Arsenal, tim yang selama ini dia idolakan. Demi menghuni Emirates Stadium, Chamakh menolak pinangan Liverpool dan Tottenham. Klub Rusia bahkan menawari Chamakh dengan nilai yang sangat tinggi.
“Pendekatan dari Liverpool dan Tottenham dan tawaran yang nilainya cukup gila dari klub Rusia, yang jauh di atas penawaran klub di Inggris. Tapi saya fokus untuk bermain di Premier League,’ kata Chamakh.
“Bordeuax juga menawari saya perpanjangan kontrak yang sebenarnya secara finansial sulit saya tolak. Tapi Februari lalu saya sudah membuat keputusan. Saya sebenarnya siap menandatangani kontrak baru, tapir rasanya itu tidak masuk akal, setelah mereka menolak Arsenal musim panas lalu,” jelas Chamakh.
Pemain 26 tahun ini pertama kali bergabung di Bordeaux 10 tahun lalu, sebagai anggota klub anak-anak. Dia mengatakan dengan bergabung di London, dirinya merasa telah dewasa dan siap menghadapi tantangan baru.
“Saya sudah dewasa, dan banyak hal yang bisa saya raih. Saya sangat termotivasi,” kata Chamakh.
Pemain tim nasional Maroko yang sudah lama menjadi incaran Arsene Wenger ini dikabarkan akan menerima gaji 50 ribu pound sterling per pekan, dengan bebas transfer, karena kontrakny dengan Bordeaux telah habis.
“Saya menghitung hari, sekira 11 hari ke depan. Saya sangat emosional menghadapi ini,” kata Chamakh seperti dikutip Belfasttelegraph, Kamis (6/5/2010).
Chamakh sangat antusias bisa bermain di Premiere League apalagi bergabung dengan Arsenal, tim yang selama ini dia idolakan. Demi menghuni Emirates Stadium, Chamakh menolak pinangan Liverpool dan Tottenham. Klub Rusia bahkan menawari Chamakh dengan nilai yang sangat tinggi.
“Pendekatan dari Liverpool dan Tottenham dan tawaran yang nilainya cukup gila dari klub Rusia, yang jauh di atas penawaran klub di Inggris. Tapi saya fokus untuk bermain di Premier League,’ kata Chamakh.
“Bordeuax juga menawari saya perpanjangan kontrak yang sebenarnya secara finansial sulit saya tolak. Tapi Februari lalu saya sudah membuat keputusan. Saya sebenarnya siap menandatangani kontrak baru, tapir rasanya itu tidak masuk akal, setelah mereka menolak Arsenal musim panas lalu,” jelas Chamakh.
Pemain 26 tahun ini pertama kali bergabung di Bordeaux 10 tahun lalu, sebagai anggota klub anak-anak. Dia mengatakan dengan bergabung di London, dirinya merasa telah dewasa dan siap menghadapi tantangan baru.
“Saya sudah dewasa, dan banyak hal yang bisa saya raih. Saya sangat termotivasi,” kata Chamakh.
Uji Coba Persija
Dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi turnamen Piala Indonesia yang telah mencapai fase 16 besar dan persiapan untuk laga – laga akhir di ISL Persija mengadakan partai ujicoba. yang kali ini memilih latih tanding dengan Persikasi team asal Kabupaten Bekasi yang dilangsungkan pada hari Selasa sore (04/05/10) di Stadion Lebak Bulus dan dalam pengamatan Crew JO yang hadir dalam partai uji coba ini, Persija berusaha menemukan Formasi terbaik dalam pertandingan sore itu terlihat dari beberapa pergantian formasi pemain yang diturunkan oleh pelatih Benny Dollo.
Dalam laga ini Persija menyudahi laga babak pertama dengan keunggulan 1 – 0 lewat gol yang dicetak oleh Musafri. Pada awal – awal babak kedua Persikasi terlihat sedikit memberikan perlawanan itu terbukti dengan 2 gol yang berhasil dicetak membuat keadaan Persija tertinggal 1 – 2 oleh Persikasi, gol tersebut tercipta lebih dikarenakan faktor kelengahan pemain belakang Persija dan ketidaksigapan M.Yasir dalam menghalau tendangan pemain lawan.
Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, Persija berhasil kembali mencetak gol kali ini lewat aksi Bambang Pamungkas melalui tendangannya di area kotak pinalti Persikasi tanpa mampu di antisipasi oleh kiper Persikasi. Tidak lama berselang Musafri kembali mencetak gol untuk menambah keunggulan Persija menjadi 3 – 2. BP menutup laga ujicoba ini dengan gol headingnya hasil umpan yang di berikan oleh M.Ilham dari sisi kiri pertahanan lawan, hasil akhir 4-2 untuk kemenangan Persija
Dalam laga ini Persija menyudahi laga babak pertama dengan keunggulan 1 – 0 lewat gol yang dicetak oleh Musafri. Pada awal – awal babak kedua Persikasi terlihat sedikit memberikan perlawanan itu terbukti dengan 2 gol yang berhasil dicetak membuat keadaan Persija tertinggal 1 – 2 oleh Persikasi, gol tersebut tercipta lebih dikarenakan faktor kelengahan pemain belakang Persija dan ketidaksigapan M.Yasir dalam menghalau tendangan pemain lawan.
Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama, Persija berhasil kembali mencetak gol kali ini lewat aksi Bambang Pamungkas melalui tendangannya di area kotak pinalti Persikasi tanpa mampu di antisipasi oleh kiper Persikasi. Tidak lama berselang Musafri kembali mencetak gol untuk menambah keunggulan Persija menjadi 3 – 2. BP menutup laga ujicoba ini dengan gol headingnya hasil umpan yang di berikan oleh M.Ilham dari sisi kiri pertahanan lawan, hasil akhir 4-2 untuk kemenangan Persija
Sejarah Persija Jakarta
Sejarah
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.qssasassqsasasa
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada. Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.qssasassqsasasa
Prestasi Persija Jakarta
Prestasi
Nasional
Perserikatan
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan(7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Bank Mandiri atau Liga Indonesia (10)
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia
* Tahun 2008, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
Nasional
Perserikatan
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan(7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Bank Mandiri atau Liga Indonesia (10)
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar
Liga Super Indonesia
* Tahun 2008, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
* Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
Sejarah Jak Mania
Sejarah
[[Berkas:Jakmania beraksi.jpg|200px|thumb|The Jakmania saat sedang mendukung Persija Jakarta di [[Stadion Utama Gelora Bung Karno]]]]
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari [[Diza Rasyid Ali]], manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari [[Gubernur DKI Jakarta]] [[Sutiyoso]]. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.{{fact}}
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk [[huruf]] [[J]]. Ide ini berasal dari [[Edi Supatmo]], yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan [[Ferry Indrasjarief|Ir. T. Ferry Indrasjarief]] yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos [[Pelita Jaya]]{{fact}}, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat [[tim nasional sepak bola Indonesia|tim nasional Indonesia]] berlaga jelang [[Piala Asia AFC/Asian Football Championship 2004|Piala Asia]], mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu [[Hanandiyo Ismayani]] atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
[[Berkas:Jakmania beraksi.jpg|200px|thumb|The Jakmania saat sedang mendukung Persija Jakarta di [[Stadion Utama Gelora Bung Karno]]]]
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari [[Diza Rasyid Ali]], manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari [[Gubernur DKI Jakarta]] [[Sutiyoso]]. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.{{fact}}
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk [[huruf]] [[J]]. Ide ini berasal dari [[Edi Supatmo]], yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan [[Ferry Indrasjarief|Ir. T. Ferry Indrasjarief]] yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos [[Pelita Jaya]]{{fact}}, The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat [[tim nasional sepak bola Indonesia|tim nasional Indonesia]] berlaga jelang [[Piala Asia AFC/Asian Football Championship 2004|Piala Asia]], mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 30.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu [[Hanandiyo Ismayani]] atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Sejarah Berdirinya Arsenal
Sejarah Klub
Era 1886-1980
Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke utara, yaitu ke Stadion Highbury, yang menjadi markas mereka hingga Mei 2006. Saat pindah lapangan, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut “North London derby“.
Kejayaan Arsenal pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada tahun 1925-1935 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya. Sedangkan prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali terjadi pada musim 1969/70, di ajang Fairs Cup (pendahulu Pala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971/72) setelah berhasil mengalahkan R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 yang pada saat itu klub ini dilatih oleh Bertie Mie. Sepanjang tahun 1980an Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik.
Era 1990-sekarang
Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang. Prestasi Arsenal di Eropa kembali membaik setelah pada tahun 1994, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa setelah mengalahkan Parma FC dengan skor 1-0. Arsenal berhasil kembali ke final pada tahun berikutnya, 1995, namun kali ini dikalahkan olehReal Zaragoza dengan skor 2-1.
Kedatangan pelatih Arsene Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris saat itu. Arsenal berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1. Pada musim 2003-2004 hingga awal musim 2004-2005, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepakbola Inggris. Pada musim 2005-2006, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barselona 2-1 di Stade de France, Paris. Hiks2…… Padahal dah unggul duluan, tapi salut buat Arsenal bisa mencetak gol duluan lewat sundulan Campbell….. Pokoknya maju terus Arsenal, with your Young Gunners.
Stadion
Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry.
Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennisa Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal. Selamat tinggal Bergkamp. Bergkamp merupakan salah satu legenda buat Arsenal. Bergkamp juga yang membawa perubahan dari cara bermain klub2 inggris yang bermain dengan metode kick and rush….
Era 1886-1980
Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke utara, yaitu ke Stadion Highbury, yang menjadi markas mereka hingga Mei 2006. Saat pindah lapangan, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut “North London derby“.
Kejayaan Arsenal pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada tahun 1925-1935 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya. Sedangkan prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali terjadi pada musim 1969/70, di ajang Fairs Cup (pendahulu Pala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971/72) setelah berhasil mengalahkan R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 yang pada saat itu klub ini dilatih oleh Bertie Mie. Sepanjang tahun 1980an Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik.
Era 1990-sekarang
Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang. Prestasi Arsenal di Eropa kembali membaik setelah pada tahun 1994, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa setelah mengalahkan Parma FC dengan skor 1-0. Arsenal berhasil kembali ke final pada tahun berikutnya, 1995, namun kali ini dikalahkan olehReal Zaragoza dengan skor 2-1.
Kedatangan pelatih Arsene Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris saat itu. Arsenal berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1. Pada musim 2003-2004 hingga awal musim 2004-2005, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepakbola Inggris. Pada musim 2005-2006, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barselona 2-1 di Stade de France, Paris. Hiks2…… Padahal dah unggul duluan, tapi salut buat Arsenal bisa mencetak gol duluan lewat sundulan Campbell….. Pokoknya maju terus Arsenal, with your Young Gunners.
Stadion
Sejak berdiri, Arsenal beberapa kali pindah stadion. Mulai dari memakai sebuah lapangan di Woolwich yang bernama Manor Ground, lalu pindah ke London Utara, sekaligus membangun Stadion Highbury dan dipakai pertama kali dipakai pada tahun 1913. Stadion ini dipakai Arsenal hingga musim 2005/06 (atau berusia kurang lebih 93 tahun). Pertandingan terakhir yang digelar di Stadion Highbury adalah Liga Utama Inggris, yaitu Arsenal vs Wigan Athletic yang berhasil dimenangkan oleh Arsenal dengan skor 4-2 dengan tiga gol dari Thierry Henry.
Sejak bulan Juli 2006 sampai sekarang, klub ini menempati markas barunya, Stadion Emirates yang berkapasitas 60.500 kursi dan terletak di Ashburton Grove dan peresmian pemakaian Stadion Emirates sekaligus pertandingan pertama yang digelar adalah dengan diadakannya sebuah pertandingan persahabatan antara Arsenal dengan para pemain legenda Belanda untuk perpisahan Dennisa Bergkamp, seorang mantan penyerang Arsenal. Selamat tinggal Bergkamp. Bergkamp merupakan salah satu legenda buat Arsenal. Bergkamp juga yang membawa perubahan dari cara bermain klub2 inggris yang bermain dengan metode kick and rush….
Langganan:
Postingan (Atom)


