Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

COMUNITY BLOG

Minggu, 12 September 2010

Guardiola: Saya Tidak Khawatir Meskipun Barcelona Kalah

Barcelona secara mengejutkan takluk oleh tim promosi Hercules di hadapan publik Camp Nou, dini hari tadi. Meski begitu, entrenador Pep Guardiola, berkeras, belum saatnya bagi sang juara bertahan untuk panik.

Di atas kertas, Los Azulgrana jelas jauh lebih diunggulkan ketimbang tim besutan Esteban Vigo. Apalagi, Barca tampil di stadion kebanggaan mereka yang dikenal 'angker' bagi tim-tim lawan.

Nyatanya, El Barca justru menjadi bulan-bulanan Hercules. Dua gol bomber Paraguay Nelson Valdez mengkandaskan hasrat tuan rumah mengamankan angka. Sementara, Barca tak mampu memaksimalkan peluang-peluang mereka untuk mengejar ketinggalan.

Barca kini terperosok ke posisi enam setelah hanya membukukan tiga angka. Puncak klasemen untuk sementara dikuasai oleh Atletico Madrid yang meraup hasil optimal dalam dua pertandingan.

Menyikapi hasil ini, Guardiola memilih bersikap tenang. Pelatih 39 tahun mengaku tetap puas dengan performa anak-anak asuhnya yang terus menjaga kualitas permainan.

"Semua tim bisa menang dan kalah. (Tapi) kami bermain di level tinggi dan tidak sekalipun menurunkan performa," tegas Guardiola kepada AS, Minggu (12/9/2010).

"Bukan berarti, saya harus cemas ketika kami kalah. Saya tidak akan membiarkan tim ini hancur. Kami harus bermain lebih bagus lagi. Saya tidak meragukan para pemain saya," lanjutnya.

Guardiola pun enggan mencari kambing hitam atas kekalahan pertama skuadnya, musim 2010/2011. "Ini tidak ada hubungannya dengan lapangan atau 'virus FIFA'. Faktanya, Hercules memang bermain lebih baik," cetus mantan bintang Blaugrana.

"Kami tidak dalam performa terbaik, tapi kami tetap tampil bagus. Kami harus memastikan seluruh pemain bisa menyatu, dan itu tidak mudah. Semoga pertandingan ini membantu tim memperoleh pemahaman lebih baik," tutup Guardiola.

Habisi Roma, Cagliari Geser Inter

Hasil mengecewakan dicatat AS Roma. Bermain 10 orang, Il Lupi secara mengejutkan dihabisi Cagliari 1-5 di Stadio Sant’Elia, Minggu (12/9/2010) dini hari WIB.

Dalam pertandingan ini, pelatih Claudio Ranieri menurunkan semua pemain terbaik, termasuk pemain rekrutan baru Marco Borriello. Penyerang pinjaman AC Milan diturunkan untuk menemani Francesco Totti.

Justru tim berjuluk Rossoblu yang merajalela. Pertandingan baru berlangsung delapan menit, Cagliari berhasil membobol gawang Roma. Lewat sebuah tendangan voli Daniele Conti sukses menjebol gawang Julio Sergio. 1-0 Cagliari memimpin.

Skuad Spaletti sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 18. Memanfaatkan umpan tendangan sudut Totti, gelandang Daniele De Rossi berhasil menggetarkan gawang Aggazi.

Namun keadaan ini tidak berlangsung lama. Cagliari kembali berhasil membobol gawang Roma. Penalti diberikan setelah Nicolas Burdisso melanggar Conti di kotak terlarang, sehingga wasit memberikan titik putih.

Wasit pun tanpa ampun mengusir bek asal Argentina itu. Alessandro Matri yang ditunjuk berhasil mengesekusi bola mati dan membuat Sergio tidak berdaya. 2-1 tuan rumah kembali memimppin.

Unggul jumlah pemain membuat Cagliari semakin mendominasi pertandingan. Menit 38, Robert Acquafresca dengan sukses menjebol gawang Sergio setelah sundulannya tidak mampu dibendung kiper Brasil itu. Cagliari memperlebar keunggulan menjadi 3-1.

Dominasi Cagliari berlanjut di babak kedua. Matri mencetak gol kedua sekaligus memperbesar keunggulan menjadi 4-1 pada menit 47. Berawal dari tendangan bebas Andrea Cossu, Matri sukses menggetarkan gawang Sergio.

Akhirnya, pemain pengganti Alessandro Lazzari menjadi pelengkap pesta gol Rossoblu malam ini. Lazzari sukses melesatkan bola setelah memanfaatkan umpan Cossu. Skor 5-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.

Hasil ini, maka Cagliari memimpin klasemen sementara Serie A dengan nilai empat. Pasukan Pierpaolo Bisoli unggul selisih gol atas juara bertahan Inter Milan yang mengumpulkan nilai sama.

Susunan Pemain:
Cagliari: M. Agazzi; F. Pisano, M. Canini. D. Astori, A. Agostini; D. Conti (Lazzari 24), D. Biondini, R. Nainggolan, A. Matri (Nene 75); A. Cossu, R. Acquafresca (Pinardi 67).

Roma: Julio Sergio; M. Cassetti, Burdisso, Juan, P. Castellini (Rosi 14); D. Pizarro, Perrotta, D. De Rossi, J. Menez (Baptista 64); F. Totti (G. Burdisso 25), M. Borriello.
(hmr)

Cukur Bolton, Arsenal Buntuti Chelsea

Arsenal terus menunjukkan tajinya sebagai salah satu kandidat juara musim ini. Itu dibuktikan saat pasukan Gudang Peluru menghempaskan tamunya Bolton Wanderers 4-1 pada pekan keempat Premier League, Sabtu (11/9/2010) malam.

Setelah sempat tersendat kala ditahan imbang 1-1 Liverpool di pekan pertama, skuad asuhan Arsene Wenger tancap gas dengan meraih kemenangan di tiga laga berikutnya. Terkini, Bolton yang harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 63 menjadi bulan-bulanan Cesc Fabregas dkk.

Dengan tambahan tiga poin, Arsenal terus menempel ketat Chelsea –menang lawan 3-1 West Ham- di puncak klasemen sementara. Dengan koleksi 10 poin, The Gunners menduduki peringkat dua, hanya berselisih dua angka dari The Blues yang masih sempurna dengan meyapu bersih empat laga awal.

Bermain di hadapan publik Emirates, Arsenal langsung tancap gas. Gol pertama pun lahir, saat laga memasuki menit ke-24 melalui pemain anyar Laurent Koscielny. Bek yang baru diboyong dari Lorient ini berhasil mencetak gol perdananya buat Arsenal setelah memanfaatkan kemelut di gawang Bolton yang dikawal Adam Bogdan. Arsenal unggul 1-0.

Unggul satu gol, Fabregas dkk meningkatkan tempo serangan. Sayang, agresivitas di lini depan tidak dibarengi dengan performa impresif di lini belakang. Alhasil, jelang berakhirnya babak pertama, Bolton menyamakan kedudukan melalui Johan Elmander dan menutup paruh pertama dengan skor 1-1.

Di babak kedua, Arsenal kembali menekan. Serangan demi serangan pun dilancarkan. Hasilnya, memasuki menit ke-58, striker anyar Marouane Chamakh berhasil membawa timnya unggul sekaligus mencetak gol keduanya musim ini setelah memanfaatkan umpan Fabregas. Arsenal kembali unggul 2-1.

Kembali tertinggal, Bolton coba mengejar dan berusaha balik menekan. Namun, alih-alih menyamakan kedudukan, The Trotters justru harus bermain dengan sepuluh pemain usai Gary Cahill di kartu merah wasit karena melakukan pelanggaran terhadap Chamakh.

Kalah jumlah pemain, Bolton kian tertekan. Kondisi ini langsung dimanfaatkan Arsenal untuk memaksimalkan serangan. Hasilnya mereka pun berhasil memperbesar 3-1 keunggulan melaui Alexander Song di menit 78 setelah meneruskan umpan Andrei Arshavin.

Lima menit berselang, pemain pengganti Carlos Vela melengkapi penderitaan Bolton dengan mencetak gol keempat setelah menuntaskan umpan matang sang kapten, Fabregas. Arsenal pun menutup laga dengan skor mencolok 4-1.

Susunan pemain:
Arsenal: Almunia, Koscielny, Squillaci, Eboue, Gibbs, Fabregas, Rosicky, Song, Wilshere (Diaby 59) (Denilson 72), Arshavin, Chamakh (Vela 80).

Bolton: Bogdan, Steinsson, Robinson, Cahill, Knight, Muamba, Holden, Petrov (O'Brien 66), Lee Chung-Yong (Taylor 81), Elmander (Blake 81), Davies. (acf)